Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini dapat membantu belajar, bekerja, membuat konten, menerjemahkan bahasa, hingga meningkatkan produktivitas. Namun, di sisi lain, AI juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk membuat modus penipuan digital yang semakin meyakinkan. Jika sebelumnya pesan penipuan sering terlihat dari tata bahasa yang buruk atau tampilan yang tidak profesional, kini situasinya berubah. AI dapat membantu menghasilkan teks yang lebih natural, membuat gambar palsu, meniru suara, bahkan menghasilkan video yang tampak menyerupai seseorang. Karena itu, pengguna internet perlu meningkatkan kewaspadaan. Jangan hanya mengandalkan tampilan atau gaya komunikasi ketika menentukan apakah sebuah pesan benar atau palsu. Apa Itu Penipuan Digital Berbasis AI? Penipuan digital berbasis AI adalah tindakan penipuan yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan k...
Phishing menjadi salah satu ancaman digital yang perlu diwaspadai oleh siapa pun yang aktif menggunakan internet. Modus ini tidak hanya menyasar pengguna layanan perbankan, tetapi juga pengguna media sosial, marketplace, email, aplikasi pesan, hingga platform pendidikan. Secara sederhana, phishing adalah upaya untuk menipu seseorang agar memberikan informasi tertentu kepada pelaku. Informasi yang menjadi sasaran dapat berupa kata sandi, kode OTP, nomor kartu, data pribadi, atau kredensial akun. Masalahnya, phishing sering dibuat menyerupai komunikasi resmi. Pelaku dapat menggunakan nama perusahaan, logo, bahasa, dan tampilan situs yang terlihat meyakinkan. Karena itu, kemampuan mengenali tanda-tanda phishing menjadi bagian penting dari keamanan digital. Apa Itu Phishing? Phishing merupakan teknik rekayasa sosial yang memanfaatkan manipulasi psikologis untuk membuat korban melakukan tindakan tertentu. Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak yang dipercaya korban. Contohnya, seseoran...