Menentukan bidang usaha merupakan salah satu langkah penting ketika seseorang mendirikan perusahaan atau mengurus legalitas UMKM. Dalam proses tersebut, pelaku usaha akan berhadapan dengan istilah KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Kode ini bukan sekadar angka administratif, melainkan identitas klasifikasi aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pendaftaran dan perizinan usaha melalui sistem OSS.
Kesalahan memilih kode KBLI dapat menyebabkan bidang usaha yang tercantum dalam dokumen legalitas tidak sesuai dengan kegiatan sebenarnya. Akibatnya, pelaku usaha berpotensi menghadapi kendala ketika mengurus perizinan lanjutan, mengembangkan kegiatan bisnis, atau memperbarui data perusahaan.
1. Apa Itu KBLI dan Mengapa Penting bagi Pelaku Usaha?
KBLI adalah sistem pengelompokan aktivitas ekonomi di Indonesia berdasarkan karakteristik kegiatan yang menghasilkan barang maupun jasa. Klasifikasi ini disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan digunakan sebagai acuan dalam berbagai kebutuhan administrasi, termasuk penyelenggaraan perizinan berusaha melalui OSS.
Setiap kelompok kegiatan memiliki kode tertentu. Kode tersebut membantu pemerintah mengidentifikasi bidang usaha yang dijalankan oleh pelaku usaha secara lebih terstruktur.
Bagi pemilik UMKM, KBLI diperlukan ketika mendaftarkan kegiatan usaha dan mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). Sementara itu, bagi perusahaan, kode KBLI berkaitan dengan pencantuman maksud dan tujuan serta ruang lingkup kegiatan usaha dalam dokumen perseroan dan data perizinan.
Dengan demikian, pemilihan kode perlu mempertimbangkan aktivitas bisnis yang benar-benar dilakukan, bukan hanya nama perusahaan atau produk yang dijual.
2. Mengenal Pembaruan KBLI 2025
Pelaku usaha perlu memperhatikan bahwa Indonesia telah menerbitkan KBLI 2025 sebagai pembaruan dari KBLI 2020. Pembaruan tersebut ditetapkan melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025.
Penyempurnaan dilakukan untuk menyesuaikan klasifikasi dengan perkembangan kegiatan ekonomi, termasuk aktivitas digital, platform, konten kreatif, dan sektor ekonomi baru. Struktur KBLI 2025 juga mengalami perubahan jumlah kategori dan kelompok kegiatan dibandingkan versi sebelumnya.
Pembaruan ini penting karena kode yang digunakan dalam proses perizinan perlu mengacu pada klasifikasi yang berlaku di sistem OSS.
Namun, perubahan KBLI tidak otomatis berarti setiap pelaku usaha harus mengurus seluruh perizinan dari awal. Pemerintah telah menjelaskan bahwa penyesuaian kode tanpa perubahan substansi kegiatan dapat dilakukan melalui mekanisme konversi. Jika terdapat perubahan maksud, tujuan, atau ruang lingkup kegiatan usaha, pelaku usaha perlu menyesuaikan data sesuai prosedur yang berlaku.
3. Cara Menentukan Kode KBLI yang Sesuai
Menentukan kode usaha sebaiknya dilakukan dengan memahami kegiatan operasional secara rinci. Berikut beberapa langkah yang dapat digunakan.
Identifikasi aktivitas utama perusahaan
Mulailah dengan menjelaskan apa yang sebenarnya dilakukan bisnis. Apakah perusahaan memproduksi barang, menjual produk, memberikan jasa, menjadi perantara transaksi, atau mengelola platform digital?
Jangan hanya berpatokan pada nama usaha. Dua perusahaan dengan nama yang mirip bisa memiliki KBLI berbeda apabila aktivitas operasionalnya tidak sama.
Bedakan kegiatan utama dan kegiatan tambahan
Satu perusahaan dapat menjalankan lebih dari satu aktivitas ekonomi. Contohnya, perusahaan yang memproduksi makanan sekaligus menjual produk melalui toko daring memiliki kegiatan produksi dan perdagangan.
Identifikasi setiap aktivitas tersebut agar tidak ada bidang usaha penting yang terlewat. Selanjutnya, tentukan kegiatan utama berdasarkan aktivitas yang paling mencerminkan operasional bisnis.
Cari kode berdasarkan uraian kegiatan
Gunakan direktori KBLI resmi BPS atau fasilitas pencarian pada OSS. Cari berdasarkan kata kunci aktivitas, kemudian baca uraian lengkap setiap kode yang muncul.
Jangan langsung memilih kode hanya karena judulnya terlihat cocok. Perhatikan cakupan kegiatan, batasan, dan penjelasan yang menyertainya. Uraian resmi lebih penting daripada kemiripan istilah semata.
Periksa kesesuaian dengan perizinan
Setelah menemukan kandidat kode, periksa kembali persyaratan perizinan melalui OSS. Kode KBLI dapat berkaitan dengan tingkat risiko, standar, dan izin tambahan tertentu.
Langkah ini membantu memastikan bahwa bidang usaha yang dipilih tidak menimbulkan ketidaksesuaian ketika perusahaan mulai beroperasi.
4. Contoh Pemilihan KBLI Berdasarkan Aktivitas Bisnis
Agar lebih mudah dipahami, pertimbangkan beberapa ilustrasi berikut.
Usaha produksi makanan: Pelaku usaha yang mengolah bahan baku menjadi produk makanan perlu mencari kelompok KBLI yang menggambarkan aktivitas industri pengolahan makanan. Kode untuk produksi tidak otomatis sama dengan kode perdagangan makanan.
Toko daring: Pemilik bisnis perlu mengidentifikasi apakah kegiatan utamanya berupa perdagangan barang, aktivitas perantara, atau pengelolaan platform. Penggunaan media internet sebagai saluran penjualan tidak selalu menentukan klasifikasi usaha secara tunggal.
Jasa konsultasi: Perusahaan yang memberikan layanan konsultasi perlu memilih kode berdasarkan bidang dan jenis jasa yang diberikan. Konsultasi teknologi informasi, manajemen, dan bidang profesional lainnya dapat memiliki klasifikasi berbeda.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa satu kata seperti perdagangan, produksi, atau jasa belum cukup untuk menentukan kode. Detail aktivitas operasional tetap menjadi dasar pemilihan.
5. Kesalahan Umum dalam Memilih Kode KBLI
Ada beberapa kekeliruan yang sering terjadi ketika pelaku usaha menentukan bidang kegiatan.
Pertama, memilih kode berdasarkan perkiraan tanpa membaca uraian resminya. Kedua, menggunakan satu kode untuk seluruh kegiatan meskipun perusahaan memiliki beberapa aktivitas berbeda. Ketiga, mencantumkan bidang usaha yang sebenarnya belum atau tidak akan dijalankan.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan referensi KBLI lama tanpa memeriksa pembaruan. Hal ini perlu diperhatikan terutama ketika perusahaan mengubah data atau mengajukan perizinan baru.
Untuk mengurangi risiko tersebut, simpan catatan mengenai alasan pemilihan setiap kode. Catatan ini dapat membantu ketika perusahaan melakukan perubahan kegiatan atau membutuhkan pemeriksaan legalitas pada kemudian hari.
6. Cara Memeriksa dan Menyesuaikan KBLI melalui OSS
Pelaku usaha dapat memeriksa kode melalui fasilitas resmi konversi KBLI pada OSS. Masukkan nama aktivitas atau kode lama untuk melihat kesesuaiannya dengan KBLI 2025. Hasil konversi dapat menunjukkan kode yang tetap, berubah, dipecah, atau digabung.
Jika terdapat perubahan substansi kegiatan usaha, periksa kebutuhan penyesuaian data pada OSS dan dokumen badan usaha melalui prosedur yang berlaku. Untuk perusahaan berbentuk PT, perubahan maksud dan tujuan atau ruang lingkup kegiatan juga perlu memperhatikan ketentuan anggaran dasar.
Informasi mengenai panduan pengurusan NIB dapat membantu pelaku usaha memahami hubungan antara pendaftaran kegiatan, pemilihan KBLI, dan penerbitan NIB.
7. Pastikan KBLI Selaras dengan Rencana Bisnis
Kode KBLI yang tepat membantu menjaga konsistensi antara aktivitas nyata, dokumen perusahaan, dan data perizinan. Karena itu, pemilihannya sebaiknya menjadi bagian dari perencanaan bisnis sejak awal, bukan sekadar formalitas ketika mengurus NIB.
Apabila aktivitas usaha berkembang, lakukan evaluasi terhadap kode yang sudah tercantum. Perubahan kegiatan produksi, penambahan layanan, atau perluasan bidang perdagangan mungkin membutuhkan penyesuaian data.
Pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan dapat mempelajari informasi mengenai layanan OSS dan penyesuaian KBLI untuk memahami tahapan administrasi dan persyaratan yang relevan.
Pada akhirnya, KBLI yang sesuai bukan hanya mempermudah proses pendaftaran, tetapi juga membantu perusahaan menjalankan kegiatan secara lebih tertib. Memahami klasifikasi sejak awal akan mengurangi risiko ketidaksesuaian legalitas ketika bisnis berkembang.
Komentar
Posting Komentar